Dalam mengatasi kemarahan, kita kembali untuk bertanya pada diri sendiri. Biasanya kita memusatkan perhatian kita pada kesalahan yang telah dilakukan orang pada kita, bagaimana kita telah dikhianati atau difitnah. Kalau kita mengendalikan fokus pikiran kita, dan menyadari bagaimana kita mungkin telah secara tidak sengaja melukai hati orang lain, atau menyebabkan kesulitan bagi mereka, kemarahan dan rasa benar sendiri kita lenyap. Sebaliknya kita menjadi sangat ingin memperbaiki kesalahan kita. Bukan bermaksud untuk menciptakan rasa bersalah, tetapi untuk mengarahkan fokus kita dari sudut pandang kita biasanya.
Seperti membesarkan anak, jika mereka tumbuh secara tidak benar maka kita tidak akan menyalahkan mereka tetapi diri kita sendiri yang merawat dan mendidiknya tidak baik. Inilah cinta sejati, keinginan untuk mencintai dengan tulus dan ikhlas tanpa ada harga yang harus dibayar jikapun ada yang tidak berjalan dengan baik maka kita akan mencarinya ke dalam bukan keluar. hal ini akan berbeda dengan keinginan untuk dicintai.
Salam Damai

No comments:
Post a Comment