Kita tidak akan bisa menikmati kehidupan jika kita menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan apa yang telah terjadi kemarin dan apa yang akan terjadi besok. Jika kita takut sepanjang waktu, kita tidak akan pernah memahami bahwa kita semestinya hidup dan bahagia saat ini.
Kecendrungan orang mencoba mencari hal-hal yang membuat kita merasa lebih mantap, lebih aman dan lebih terjamin. Tetapi sepanjang waktu kita mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan. Kita takut kehilangan pekerjaan kita, harta kita, orang-orang yang kita cintai. Kita menantikan momen ajaib ketika segala sesuatunya akan terjadi seperti yang kita inginkan terjadi. Kita melarikan diri dari peristiwa yang sedang terjadi di depan mata.Mengutip bahasa seorang guru, 'we can be prosper at any level of income'. Seperti matahari tidak peduli apa kata orang, walaupun tertutupi awan dia akan tetap terbit esok pagi untuk menyinari dunia. Perhatikan ikan yang hidup di air, burung yang terbang di udara. Ikan tidak menyebut burung bodoh karena tidak mengenal kehidupan dalam air, burung tidak menyebut ikan kurang wawasan karena tidak terbang kemana-mana. Keduanya bahagia apa adanya. Kebanyakan orang beranggapan kedamaian baru diperoleh setelah keinginan terpenuhi. Tetapi ketika keinginan yang satu terpenuhi maka muncul keinginan yang kedua dan begitu seterusnya. Ternyata sangat sedikit sekali yang menemukannya dengan cara ini. Keinginan yang lain akan muncul setelah keinginan pertama terpenuhi. Tidak perlu mencari kebahagian, kedamaian kemana- mana, ada peluang itu di setiap langkah kehidupan. Bila kita bisa menjaga jarak yang sama antara sanjungan, suka cita dengan cacian dan makian, sedih dan duka.
Semua telah sempurna apa adanya tidak ada yang perlu dirubah. Menghakimi dengan benar atau salah, baik dan buruk akan membuat semakin jauh dan semakin tenggelam dalam dualisme yang tidak akan pernah berakhir. Dengan bisa senyum pada setiap kejadian maka anda sudah menjadi tuan bukan korban kehidupan. Salah seorang guru mengatakan: "Aku sudah tiba, aku berada di rumah, di sini, saat ini."
No comments:
Post a Comment