Tuesday, December 8, 2009

Tri Hita Karana Concept for Life

In addition of this three concepts cosmogony, it is also own contextual with Hindu Religion Concept, which is called Tri Hita Karana (three of the harmony, balance to create the peaceful and happiness). Tri Hita Karana word is come from Sansekerta Language that has meaning to keep the harmony and balance between human to God, human-to-human and human to environment. These three concepts is most popular in Bali spread out as follows:

PARHYANGAN

Parhyangan is one of the three concept related to the god. On this stage, the human is demanded to keep the harmony and balance with god. This concept has huge meaning where the Balinese discipline and full confidence to do this. It is not only including to pray at the temple, however it is cover all the activities which has a good thing in the life like build the temple, cleaning the temple, keep the religion symbols well a lot of thing we can do on this concept.

PAWONGAN

Pawongan in this concept is required to keep the harmony and balance between human to human and this concept has emphasized how to keep good relation with others. The simple ways to execute the implementation of this concept are to conduct three good things like to think the good thing, to speak the good thing and to conduct the good thing. By conducting three good things that is called Tri Kaya Parisuda, it is ensure we can conduct this concept.

PELEMAHAN

Palemahan, this word is come from lemah that is meaning the land or environment. Generally the Pelemahan in Tri Hita Karana is all aspect related to the environment. Base on this concept the Balinese has treated the environment well and they believe that the good environment will give their life better. Once example the Balinese treat the environment that on the Tumpek Uduh based on the Balinese calendar, the Balinese give the offering to the tree with the purpose that the tree has given them prosperity and a lot of thing they can do to keep the harmony and balance with the environment.

www.balistarisland.com

Wednesday, December 2, 2009

Jagadhita Ya Caiti Dharma

Moksartham Jagadhita Ya Citi Dharma is the goal of life for Hinduism.

Hindu Dharma or Agama Hindu is the name of the religion followed by 95% of the 3.5 million people of Bali. The remaining 5% practice a mixture of faiths: Islam, Catholic, Protestant, Buddhism, and Kong Hu Cu.

The aim of the Hindu Dharma is “to reach peace of spirit and harmony in the material life”. (Moksartham Jagadhita Ya Caiti Dharma - The goal of life is liberation from material attachment) In practicing their faith, Hindu communities try to achieve a spiritual balance of worship between:

Tattwa (Philosophy), Susila (Etiquette), and Upacara (ritual).

In Bali religion is taught in many forms the most popular if these are the Purana, or morality plays, and the Ramayana and the Mahabrata. The many theatre forms – the wayang shadow puppet plays, the masked drama, the opera and ballets are also vehicles of religious teaching.

The island of Bali is full of spirituality and love, the love that spends an hour making an offering of woven palm leaves and flowers, the love that finds the time everyday to think of their spirituality, and the whispering of a mantra with sacred movements.

On this island there is a link to enlightenment, The Balinese feel themselves to be a blessed people, a feeling continually reinforced by the wealth of their everyday life, and strengthened by the splendor of their religion. It is almost as if the Balinese people are living the art of continually worshiping. To the Balinese, Bali is the only “real” world and the sacred mountain Gunug Agung is the “navel of the world”.

The Pedanda, (high priest), selected from the Brahmana castel, officiates at large ceremonies. The Pemangku, or village temple priest, looks after the temple and leads the holy rituals.

As well there is an important code of Hindu Dharma called Tat Twam Asi – “You are as I am” and I as you, in other words, “to feel the feeling of one’s fellow beings”. This teaches to treat others as you would treat yourself.

Tuesday, December 1, 2009

Sejarah Pariwisata Bali

Sejak pulau Bali diketemukan oleh Cornelis de Houtman pada tahun 1579 seorang ekspedisi dari Belanda dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah hingga sampai di Indonesia.

Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar ke timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah. Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaan yang menurut mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai ditempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan memiliki daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada raja mereka pada waktu itu.

Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God)

Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti:

Seniman sastra yitu Dr. Gregor Krause adalah seorang orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyear keseluruh dunia yang bersangkutan tinggal di Bangli. Miguel Covarrubias dengan bukunya the Islan of Bali tahun 1930, Mrs. Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise, Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928, Lovis Conperus (1863-1923) Easwords (Melawat Ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.

Sementara seniman lukis diantaranya: R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta, Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Di samping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925. Arie Smith yang membentuk aliran young artist. Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.

Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil objek baik lukisan maupun tulisa mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika.

Para wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya.

Untuk menampung kedatangan wisatawan asing maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak dijantung kota Denpasar, di samping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan Kintamani.

Nama Bali makin terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa dan Amerika atas prakarsa orang-orang asing dan pada tahun berikutnya makin banyak saja seni tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara. Selama pementasan selalu pertunjukan tersebut mendapat acungan jempol.

Makin terkenalnya nama Bali di mancanegara, kunjungan wisatawan asing makin banyak datang ke Bali. Bebagai julukan diberikan kepada Bali antara lain:

The Island of Gods

The Island of Paradise

The Island of Thousand Temples

The Morning of The World oleh Pandit Jawahral Nehru

The Last Paradise on Earth

dan lain sebagainya.

Kesemarakan pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun 1939 – 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942 – 1945 dan dilanjutkan dengan dengan Revolusi Kemerdekaan RI tahu 1942 – 1949.

Baru pada tahun 1956 kepariwisataan di Bali dirintis kembali. Pada tahun 1963 didirikan Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach sekarang). Setelah Hotel Bali Beach diresmikan pada November 1966 maka bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan International. Demikian seterusnya kepariwisataa di Bali semakin berkembang hingga sampai sekarang.

Sumber: Bisnis Bali

EXOTIC BROMO

Satu tempat yang masih tersisa ditengah gempuran gedung beton pencakar langit bisa kita nikmati dengan udaranya yang segar, nuansa alam yang mempesona dan suasana kehidupan sedehana dari penduduk setempat. Akan memberikan pengalaman baru yang tak akan bisa telupakan bagi temanz yang sudah akrab dengan suasana kota yang penuh dengan persaingan dengan segala intrik politik dan rasa curiga.

Perjalanan saya kali ini penuh inspiratif dan mengingatkan kembali akan posisi kita saat ini akan suatu tulisan yang penuh makna ’journey within’. Berangkat sekitar jam 2.30 dari Surabaya dengan harapan dapat menyaksikan sunrise dari puncak gunung. Dalam perjalanan empat temanz saya yang lain sibuk ngobrol tentang segala macam yang dapat mengusir rasa ngantuk dari kegiatan sehari-hari sampai kondisi bangsa Indonesia kedepan yang penuh korupsi ada juga yang melanjutkan tidur yang terputus sejak jam 02 tadi.

Begitu memasuki tempat pemberhentian mobil, suasana Bromo begitu terasa saat turun dari mobil udara dingin yang menembus tulang mulai menyelimuti. Ketika sampai ditempat tujuan matahari sudah menampakkan diri penuh dari puncak bukit disekeliling. Satu hal sudah terlewat, sunrise yang semula ingin kita lihat. Namun tidak sampai disini segalanya telah berakhir tapi sesuatu yang lebih indah telah menanti. Di kejauhan terlihat puncak Gunung Merbabu yang mengeluarkan asap membubul ke angkasa, deretan bukit yang kelihatan biru terlihat lebih indah dengan terpaan sinar matahari pagi yang mulai menebarkan kehangatan. Awan putih terlihat seperti air yang mengalir diantara bebukitan. Sungguh pemandangan yang indah sekali yang disuguhkan oleh alam. Seakan tidak ingin melewatkan momen indah ini dengan kamera setia saya jepret sana jepret sini terkadang minta tolong kepada pengunjung yang lain untuk mengambil gambar sekeliling.

Bersyukur sekali saya dapat diberikan kesempatan untuk menyaksikan semua ini. Dalam hati saya terbesit bahwa kita adalah bagian yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan alam, keindahan yang disajikan, Tuhan telah menciptakannya dengan sempurna. Tidak ada seorangpun yang dapat mencampurinya ataupun sekedar ’menghakiminya’ dengan menyatakan ini benar atau salah, sah atau tidak sah, Dia akan terus berjalan seperti berubahnya waktu dari hari ke hari, tahun ke tahun, masa ke masa.

Seakan air sejuk pegunungan menyirami tubuh ini setelah berada di tengah hamparan pemandangan yang yang menakjubkan, exotic Bromo telah membuka hati ini untuk melihat kembali hakikat hidup ini untuk melihat kembali kedalam diri masing-masing. Diri ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebesaranNya, tatkala rasa angkuh, sombong besar diri, rasa cemas, takut dan sejenisnya yang terkadang menghampiri di keidupan kita akan lenyap sirna ketika kita berada ditengah alam seperti Bromo ini.

Semoga pesan dari Bromo ini bisa meluas di kehidupan masyarakat kita.

Salam Damai

Ngurah

Sembilan Bulan Telah Berlalu

Tepat tanggal 18 Desember 2007 penantian lama saya telah berakhir dengn sebuah kebahagian yang tak terungkapkan dengan kata apapun. Sebuah ungkapan yang dapat melukiskan semuanya hanya syukur, terima kasih Tuhan. Anak pertama saya telah lahir dengan selamat dan sehat demikian pula dengan bundanya yang telah melewati persalinan dengan selamat, walaupun masih harus melewati masa pemulihan pasca operasi.

Sekaligus ini menjadi titik awal untuk tugas kami selanjutnya, semoga kami dapat melewatinya seperti pada masa persalinan yang berjalan dengan lancar. Menjadi orangtua yang baik dan memberikan cinta, kasih sayang yang melimpah kepadanya adalah tujuan selanjutnya. Kami ingin melewati hari-hari bersama dalam rumah yang dipenuhi oleh bunga-bunga cinta yang telah kami semai dan akan terus dipupuk setiap hari. Kebersamaan dalam setiap derap langkah kami dan ayunan tangan yang selalu bepelukan erat.

Anak pertama kami beri nama I Gusti Ngurah Gede Wipra Ragawa, cukup panjang seperti nama orang Bali pada umumnya, yang mana maksud dari nama ini adalah ’orang yang memberikan pengaruh kebijaksanaan’. Semoga putra kami nantinya bisa menjadi seperti namanya yang diberikan. Jika kami uraikan perkata dari nama tersebut, kurang lebih artinya seperti berikut:

I = anak laki-laki (Bali)

Gusti Ngurah = Nama dari keturunan keluarga

Gede = Urutan Kelahiran anak Pertama (Bali)

Wipra = Bijaksana

Ragawa = Rama (nama lain dari Rama dalam Ramayana)

Dengan berat 4,7 kg dan panjang 53 cm adalah kesan ketenangan dan kedamaian yang terpancar dari wajahnya saat pertama kali melihatnya, seketika semoga selalu dianugerahi kesehatan dan keselamatan, doa yang terucapkan pertama kali.

Terima kasih tuhan atas anugerahMu, putera pertama kami telah lahir dengan sehat dan selamat demikan juga dengan bundanya semoga kami selalu dituntun dalam menjalani kehidupan selanjudnya.

Dan pada tanggal 28 Oktober 2009 pukul 06.56 WITA anak kami yang kedua telah lahir. Dimana saya sedang berada di Lombok untuk tugas dari kantor. Dengan penuh rasa penasaran dan rasa was was saya berusaha secepatnya dapat pulang ke Bali untuk segera bertemu mereka.

Akhirnya saya tiba di Bali pada siang harinya dan bertemu mereka sudah berada di kamar. Terpancar kerinduan akan kehadiran saya dari bundanya dan anak kami yang kedua sedang terlelap dengan damainya. Terima kasih Tuhan, syukur kami panjatkan semoga kami dapat menjalani kehidupan selanjutnya dengan selalu dalam bimbingan dan anugerahMu. Semoga rumah cinta kami akan tetap dan bersemi selamanya berlandaskan rasa sayang dan damainya cinta yang dibalut rasa syukur kepadaMU.

Anak kedua kami beri nama I Gusti Ngurah Made Palawa Manahita. Kami ambil dari bahasa Kawi yang kurang lebih artinya ’selalu dilandasi oleh pikiran yang baik’.

I = anak laki-laki (Bali)

Gusti Ngurah = nama keluarga

Made = urutan kelahiran anak kedua (Bali)

Palawa = sehalai daun yang dipakai sebagai dasar dalam upacara

Manahita = Manah artinya pikiran, Hitta artinya bahagia atau damai.

Lahir dengan berat 4,2 Kg dan panjang 54 cm semoga akan tumbuh menjadi seperti harapan kami sebagai orang tua yang kami tuangkan dalam pemberian namanya.

Terima kasih atas semua bantuan dan dukungannya kepada semua temanz, rekan dan tentunya keluarga kami yang selalu mendampingi dalam persalinan dan setiap perjalanan keluarga kami. Semoga kebahagiaan selalu datang dari segala penjuru.


Hepi life

Sunday, November 22, 2009

Bahagia Dimana Berada

Wherever You Go, There You Are –Jon Kabat-Zinn. Kemanapun anda pergi, disanalah anda berada. Tidak ada yang perlu diperbaiki atau dirubah semua sudah sempurna seperti adanya, ikan berenang di air, matahari terbit di pagi hari dan tenggelam di sore hari, burung terbang diudara, bunga mawar tumbuh dengan berduri.

Seperti ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang. Tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan adalah ibu rumah tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia. Wanita rela menjadi nomor dua.

Cerita India juga serupa. Begitu India merdeka, dengan ikhlas Mahatma Gandhi memberikan kursi Perdana Menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberikan kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomor satu.

Terinspirasi dari kehidupan seperti inilah, kemudian lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur mengenai rahasia hidupnya. Di salah satu pojokan bukunya ia menulis: ”you are important, he is important, I am not”. Orang lain penting diri ini tidak.

Terdengar aneh memang, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomor satu sebagai satu-satunya kelayakan kehidupan. Namun bagi raksasa pelayanan kelas dunia seperti Singapore Airline dll, keberhasilan mereka disebabkan karena rajin mengajari orang-orangnya “orang lain penting, saya tidak penting”. Dalai Lama is a living spiritual giant. Mendapat hadiah nobel perdamaian dan penghargaan civil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar dengan George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasianya adalah musnahnya semua ego, kemudian hanya menyisakan kebajikan. Orang-orang seperti ini telah bertutur tentang kebijakan, ketulusan, kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain.

Alam memang penuh tanda. Ia tidak pernah melarang manusia menjadi nomor satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan batu yang menjadi lereng dan dasar gunung.

Perlambang alam lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh digunung. Mc. Cleland telah membuat banyak manuasia menjadi nomor satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomor dua, mempersilahkan orang lain jadi nomor satu, mirip dengan cemara yang sejuk di gunung.

Pencinta nomor satu berfokus menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa dengan kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid Mc. Cleland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia bahagia melihat orang lain menikmati buah pir yang besar dan segar dan anda pun bebas memilih ikut yang mana.

Hepi Life

Ngurah

Thursday, November 19, 2009

Anugerah Terindah

Secara tidak sadar kita hidup didalam khayalan-khayalan yang tiap hari datang, menyelimuti dalam kehidupan kita. yang menjadi tembok besar dan kita sulit untuk keluar dari sana. Seperti Gede mengatakan “lama tidak dibuka, setelah sadar ternyata aku mengetuknya dari dalam”. Kita tidak mudah untuk bisa lepas dari khayalan dan harapan yang keliru.

Brenda Shoshanna, dalam Zen Wisdom mengatakan “Ketika kita memberi pada orang lain, kita berharap mendapatkan balasan, berharap orang lain bertindak dengan cara tertentu. Saat harapan ini tidak terwujud, hubungan kita berubah sama sekali. Jika ini sering terjadi, apa yang kita sebut cinta yang kita rasakan selama itu akan berubah menjadi kebencian, keamarahan, atau perasaan getir karena merasa telah dibodohi. Jika kita hidup dengan cara seperti ini, kita pasti akan kesulitan untuk bertemu sahabat”.

Sahabat tidak hanya datang pada saat kita ulang tahun, promosi jabatan. Dia akan datang pada saat kita senang ataupun sebaliknya. Tidak terikat waktu siang atau malam, hari libur atau hari kerja. Beberapa orang tidak mampu untuk menjalin hubungan dan berlindung dibalik dinding mencoba melindungi diri dari kegagalan, rasa sakit serta kekecewaan. Ada lagi yang berpendapat bahwa hubungan hanya akan berakhir menyakitkan. Mereka ini tidak benar-benar hadir dalam hubungan tersebut, namun terperangkap pada jerat cinta palsu.

Jika orang mempunyai pandangan untuk memperolah sesuatu dalam menjalin hubungan maka orang ini tidak akan pernah menemukan sahabat karena dia sedang berdagang, memberi dengan harpan akan menerima balasan. Yang akan diperolah adalah seperti halnya hubungan penjual dan pembeli. Dan akan semakin jauh berpelukan dengan sahabat (baca: anugerah terindah).

Hepi life

Ngurah

Tuesday, November 17, 2009

Hepi Life

“Hidup ini sudah digariskan oleh Tuhan”. wahh kalau begitu kita tidak perlu usaha keras hanya mengikuti garis-Nya saja pasti akan ketemu ujungnya... ungkapan ini akan memancing argumen nakal saya seperti di atas.

Hidup di dunia tidak sendiri seperti bangsa ini terbentuk. Coba kita lihat ke belakang, tanpa maksud untuk mengajak anda bernostalgia. Sejarah terbentuknya bangsa ini yang tercipta dari beraneka ragam suku ras dan agama yang hidup dengan kebiasaan masing-masing, terbentang dari swarna Dwipa (pulau Sumatera), Jawa Dwipa (pulau Jawa), Bali Dwipa (Bali) Tanjung Pura (pulau Kalimantan), Sulawesi, Irian yang mungkin dulu wilayahnya lebih luas dari Indonesia sekarang seperti yang banyak ditulis dalam buku-buku sejarah. Bila kita sekarang masih pusing memikirkan segala perbedaan apalagi mencoba menjadi hakim atas perbedaan tersebut tanpa melihat ke dalam diri masing-masing, cape deh ”apa kata dunia?” seperti iklan di tv.

Dari sini saya mau berbagi dengan temanz semua tentang hepi life ala saya. Meminjam istilah Pak Gede I intend good, I do good and I am good. Stop comparing let life lead you. Jika anda ingin jadi orang baik lakukan yang terbaik hari ini maka anda menjadi orang baik. Dengan menjadi diri sendiri maka akan merasakan kehidupan yang paling indah. Biarkan kehidupan ini mengalir apa adanya menuju yang terindah yaitu diri sendiri. Ketika kita telah menemukan yang terbaik dalam diri kepercayaan diri pun muncul, tidak ada lagi kecemasan dalam menjalani kehidupan ini. Seperti bayi yang hanya dengan menangis (yang hanya bisa dilakukan pada saat itu) bisa membawa dirinya tumbuh dan berkembang tentunya dengan segala bantuan dan kasih sayang bapak-ibu-nya sampai bisa hidup mandiri.

Memandang kehidupan mirip seperti matahari, yang pasti akan terbit pada pagi hari tanpa menghiraukan langit tertutup mendung, hujan atau badai, orang suka atau tidak suka dia akan terbenam menjelang malam dan terbit kembali esok harinya. Berjalan direlnya sendiri untuk menyinari, memberi kehangatan seisi dunia. Itu dia lakukan terus menerus sepanjang hari. Kita hendaknya membiarkan hidup ini mengalir seperti matahari, berjalan di jalan sendiri memberi kehangatan. Alangkah indahnya dunia jika kita bisa seperti matahari berjalan di jalan masing-masing tapi keluar memberikan kehangatan keindahan yang terbaik dari diri kita. Tidak ada lagi perdebatan tentang perbedaan tidak ada lagi penghakiman kepada yang berbeda. Saya sedih melihat ketika ada yang memiliki keyakinan berbeda dihakimi oleh orang-orang yang seolah-olah seperti ’Tuhan’ yang bisa menentukan itu salah atau benar, dosa atau tidak dosa, sesat tidak sesat.

Hidup penuh warna berdampingan dengan harmonis seperti Antonia Blanco, Leonardo Davinci membuat lukisan dengan berbagai warna yang jadi melegenda dan jika kita hilangkan salah satu warnanya juga akan melenyapkan makna lukisan tersebut.

Kebencian, kesombongan, kecemasan, iri hati dan sejenisnya adalah kekuatan yang luar biasa yang akan membawa kita semakin tengelam ke dalam lubang kehidupan yang gelap dan semakin jauh dari kehidupan yang indah dan bahagia apalagi yang namanya kedamaian. Tidak perlu dibahas panjang lebar tentang hal ini karena semua sudah pasti memahaminya

Kita semua sama berjalan diatas yang namanya kehidupan menuju satu tujuan yang hampir sama hanya mungkin penyebutannya yang berbeda. Berjalan di jalan masing-masing menjadi diri sendiri keluar memberi kehangatan, memberi yang terbaik dari diri kita untuk semua yang ada disekitar kita. Menghormati mereka yang punya perbedaan dan bukan mencoba membuat mereka menjadi seperti kita atau memaksa untuk mengikuti kita. Disinilah kita akan menemukan indahnya perbedaan. Di dalam beda kita menemukan keindahan dan kebahagian.

Maafkan tulisan saya ini hanyalah sekedar rangkaian kata-kata yang hanya bisa menghantar sampai di gerbang, hanya tindakanlah yang bisa menghantar anda sampai ke dalam.

Salam Damay

Ngurah ’Hepi’

Thursday, November 12, 2009

Awan

Sebagai orang bebas, aku selalu bisa datang dan pergi,
Tidak terperangkap dalam gagasan tentang ada dan tiada.
Tidak terperangkap dalam gagasan tentang
ada dan bukan-ada.
Jangan biarkan langkah anda terburu-buru.
Bulan yang membesar atau mengecil
adalah bulan yang sama.
Angin tetap berembus. Dapatkah anda merasakannya?
Dengan membawa hujan dari tempat yang jauh untuk
membentuk awan di sekitar,
sinar matahari yang turun dari langit ke bumi
dan bagian bumi menyentuh kaki langit yang jernih.

-Thich Nhat Hanh

Dari puisi di atas memberikan gambaran yang jelas bahwa semua sudah sempurna seperti apa adanya. Tidak ada yang perlu dirubah ditambahi atau dikurangi, mawar tumbuh dengan durinya, ikan hidup diair, burung terbang diudara bebas. tidak byk yang dicari diluar, perjalanan kedalam jauh lebih kaya dengan makna, dengan tidak mengecilkan arti teman-teman yang mengambil jalan yang berbeda.

Monday, November 9, 2009

Selamat Datang

Berawal dari blog pribadi saya yang terkena hack maka akan coba saya aktifkan lagi dengan blog ini sementara sampai blog tersebut dapat online kembali. Berbagi tentang segala hal yang mungkin ada manfaatnya bagi teman-teman. Pemikiran, ide dan pengalaman adalah sesuatu yang sangat mulia untuk kita berikan semasih kita hidup.

Salam dari saya, selamat ber-blog ria
Ngurah