Secara tidak sadar kita hidup didalam khayalan-khayalan yang tiap hari datang, menyelimuti dalam kehidupan kita. yang menjadi tembok besar dan kita sulit untuk keluar dari Brenda Shoshanna, dalam Zen Wisdom mengatakan “Ketika kita memberi pada orang lain, kita berharap mendapatkan balasan, berharap orang lain bertindak dengan cara tertentu. Saat harapan ini tidak terwujud, hubungan kita berubah sama sekali. Jika ini sering terjadi, apa yang kita sebut cinta yang kita rasakan selama itu akan berubah menjadi kebencian, keamarahan, atau perasaan getir karena merasa telah dibodohi. Jika kita hidup dengan cara seperti ini, kita pasti akan kesulitan untuk bertemu sahabat”.
Sahabat tidak hanya datang pada saat kita ulang tahun, promosi jabatan. Dia akan datang pada saat kita senang ataupun sebaliknya. Tidak terikat waktu siang atau malam, hari libur atau hari kerja. Beberapa orang tidak mampu untuk menjalin hubungan dan berlindung dibalik dinding mencoba melindungi diri dari kegagalan, rasa sakit serta kekecewaan. Ada lagi yang berpendapat bahwa hubungan hanya akan berakhir menyakitkan. Mereka ini tidak benar-benar hadir dalam hubungan tersebut, namun terperangkap pada jerat cinta palsu.
Jika orang mempunyai pandangan untuk memperolah sesuatu dalam menjalin hubungan maka orang ini tidak akan pernah menemukan sahabat karena dia sedang berdagang, memberi dengan harpan akan menerima balasan. Yang akan diperolah adalah seperti halnya hubungan penjual dan pembeli. Dan akan semakin jauh berpelukan dengan sahabat (baca: anugerah terindah).
Hepi life
Ngurah
No comments:
Post a Comment