Tuesday, December 1, 2009

Sejarah Pariwisata Bali

Sejak pulau Bali diketemukan oleh Cornelis de Houtman pada tahun 1579 seorang ekspedisi dari Belanda dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah hingga sampai di Indonesia.

Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar ke timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah. Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaan yang menurut mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai ditempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan memiliki daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada raja mereka pada waktu itu.

Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God)

Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti:

Seniman sastra yitu Dr. Gregor Krause adalah seorang orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyear keseluruh dunia yang bersangkutan tinggal di Bangli. Miguel Covarrubias dengan bukunya the Islan of Bali tahun 1930, Mrs. Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise, Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928, Lovis Conperus (1863-1923) Easwords (Melawat Ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.

Sementara seniman lukis diantaranya: R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta, Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Di samping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925. Arie Smith yang membentuk aliran young artist. Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.

Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil objek baik lukisan maupun tulisa mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika.

Para wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya.

Untuk menampung kedatangan wisatawan asing maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak dijantung kota Denpasar, di samping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan Kintamani.

Nama Bali makin terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa dan Amerika atas prakarsa orang-orang asing dan pada tahun berikutnya makin banyak saja seni tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara. Selama pementasan selalu pertunjukan tersebut mendapat acungan jempol.

Makin terkenalnya nama Bali di mancanegara, kunjungan wisatawan asing makin banyak datang ke Bali. Bebagai julukan diberikan kepada Bali antara lain:

The Island of Gods

The Island of Paradise

The Island of Thousand Temples

The Morning of The World oleh Pandit Jawahral Nehru

The Last Paradise on Earth

dan lain sebagainya.

Kesemarakan pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun 1939 – 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942 – 1945 dan dilanjutkan dengan dengan Revolusi Kemerdekaan RI tahu 1942 – 1949.

Baru pada tahun 1956 kepariwisataan di Bali dirintis kembali. Pada tahun 1963 didirikan Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach sekarang). Setelah Hotel Bali Beach diresmikan pada November 1966 maka bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan International. Demikian seterusnya kepariwisataa di Bali semakin berkembang hingga sampai sekarang.

Sumber: Bisnis Bali

No comments:

Post a Comment