Sunday, November 22, 2009

Bahagia Dimana Berada

Wherever You Go, There You Are –Jon Kabat-Zinn. Kemanapun anda pergi, disanalah anda berada. Tidak ada yang perlu diperbaiki atau dirubah semua sudah sempurna seperti adanya, ikan berenang di air, matahari terbit di pagi hari dan tenggelam di sore hari, burung terbang diudara, bunga mawar tumbuh dengan berduri.

Seperti ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang. Tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan adalah ibu rumah tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia. Wanita rela menjadi nomor dua.

Cerita India juga serupa. Begitu India merdeka, dengan ikhlas Mahatma Gandhi memberikan kursi Perdana Menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberikan kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomor satu.

Terinspirasi dari kehidupan seperti inilah, kemudian lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur mengenai rahasia hidupnya. Di salah satu pojokan bukunya ia menulis: ”you are important, he is important, I am not”. Orang lain penting diri ini tidak.

Terdengar aneh memang, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomor satu sebagai satu-satunya kelayakan kehidupan. Namun bagi raksasa pelayanan kelas dunia seperti Singapore Airline dll, keberhasilan mereka disebabkan karena rajin mengajari orang-orangnya “orang lain penting, saya tidak penting”. Dalai Lama is a living spiritual giant. Mendapat hadiah nobel perdamaian dan penghargaan civil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar dengan George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasianya adalah musnahnya semua ego, kemudian hanya menyisakan kebajikan. Orang-orang seperti ini telah bertutur tentang kebijakan, ketulusan, kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain.

Alam memang penuh tanda. Ia tidak pernah melarang manusia menjadi nomor satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan batu yang menjadi lereng dan dasar gunung.

Perlambang alam lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh digunung. Mc. Cleland telah membuat banyak manuasia menjadi nomor satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomor dua, mempersilahkan orang lain jadi nomor satu, mirip dengan cemara yang sejuk di gunung.

Pencinta nomor satu berfokus menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa dengan kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid Mc. Cleland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia bahagia melihat orang lain menikmati buah pir yang besar dan segar dan anda pun bebas memilih ikut yang mana.

Hepi Life

Ngurah

Thursday, November 19, 2009

Anugerah Terindah

Secara tidak sadar kita hidup didalam khayalan-khayalan yang tiap hari datang, menyelimuti dalam kehidupan kita. yang menjadi tembok besar dan kita sulit untuk keluar dari sana. Seperti Gede mengatakan “lama tidak dibuka, setelah sadar ternyata aku mengetuknya dari dalam”. Kita tidak mudah untuk bisa lepas dari khayalan dan harapan yang keliru.

Brenda Shoshanna, dalam Zen Wisdom mengatakan “Ketika kita memberi pada orang lain, kita berharap mendapatkan balasan, berharap orang lain bertindak dengan cara tertentu. Saat harapan ini tidak terwujud, hubungan kita berubah sama sekali. Jika ini sering terjadi, apa yang kita sebut cinta yang kita rasakan selama itu akan berubah menjadi kebencian, keamarahan, atau perasaan getir karena merasa telah dibodohi. Jika kita hidup dengan cara seperti ini, kita pasti akan kesulitan untuk bertemu sahabat”.

Sahabat tidak hanya datang pada saat kita ulang tahun, promosi jabatan. Dia akan datang pada saat kita senang ataupun sebaliknya. Tidak terikat waktu siang atau malam, hari libur atau hari kerja. Beberapa orang tidak mampu untuk menjalin hubungan dan berlindung dibalik dinding mencoba melindungi diri dari kegagalan, rasa sakit serta kekecewaan. Ada lagi yang berpendapat bahwa hubungan hanya akan berakhir menyakitkan. Mereka ini tidak benar-benar hadir dalam hubungan tersebut, namun terperangkap pada jerat cinta palsu.

Jika orang mempunyai pandangan untuk memperolah sesuatu dalam menjalin hubungan maka orang ini tidak akan pernah menemukan sahabat karena dia sedang berdagang, memberi dengan harpan akan menerima balasan. Yang akan diperolah adalah seperti halnya hubungan penjual dan pembeli. Dan akan semakin jauh berpelukan dengan sahabat (baca: anugerah terindah).

Hepi life

Ngurah

Tuesday, November 17, 2009

Hepi Life

“Hidup ini sudah digariskan oleh Tuhan”. wahh kalau begitu kita tidak perlu usaha keras hanya mengikuti garis-Nya saja pasti akan ketemu ujungnya... ungkapan ini akan memancing argumen nakal saya seperti di atas.

Hidup di dunia tidak sendiri seperti bangsa ini terbentuk. Coba kita lihat ke belakang, tanpa maksud untuk mengajak anda bernostalgia. Sejarah terbentuknya bangsa ini yang tercipta dari beraneka ragam suku ras dan agama yang hidup dengan kebiasaan masing-masing, terbentang dari swarna Dwipa (pulau Sumatera), Jawa Dwipa (pulau Jawa), Bali Dwipa (Bali) Tanjung Pura (pulau Kalimantan), Sulawesi, Irian yang mungkin dulu wilayahnya lebih luas dari Indonesia sekarang seperti yang banyak ditulis dalam buku-buku sejarah. Bila kita sekarang masih pusing memikirkan segala perbedaan apalagi mencoba menjadi hakim atas perbedaan tersebut tanpa melihat ke dalam diri masing-masing, cape deh ”apa kata dunia?” seperti iklan di tv.

Dari sini saya mau berbagi dengan temanz semua tentang hepi life ala saya. Meminjam istilah Pak Gede I intend good, I do good and I am good. Stop comparing let life lead you. Jika anda ingin jadi orang baik lakukan yang terbaik hari ini maka anda menjadi orang baik. Dengan menjadi diri sendiri maka akan merasakan kehidupan yang paling indah. Biarkan kehidupan ini mengalir apa adanya menuju yang terindah yaitu diri sendiri. Ketika kita telah menemukan yang terbaik dalam diri kepercayaan diri pun muncul, tidak ada lagi kecemasan dalam menjalani kehidupan ini. Seperti bayi yang hanya dengan menangis (yang hanya bisa dilakukan pada saat itu) bisa membawa dirinya tumbuh dan berkembang tentunya dengan segala bantuan dan kasih sayang bapak-ibu-nya sampai bisa hidup mandiri.

Memandang kehidupan mirip seperti matahari, yang pasti akan terbit pada pagi hari tanpa menghiraukan langit tertutup mendung, hujan atau badai, orang suka atau tidak suka dia akan terbenam menjelang malam dan terbit kembali esok harinya. Berjalan direlnya sendiri untuk menyinari, memberi kehangatan seisi dunia. Itu dia lakukan terus menerus sepanjang hari. Kita hendaknya membiarkan hidup ini mengalir seperti matahari, berjalan di jalan sendiri memberi kehangatan. Alangkah indahnya dunia jika kita bisa seperti matahari berjalan di jalan masing-masing tapi keluar memberikan kehangatan keindahan yang terbaik dari diri kita. Tidak ada lagi perdebatan tentang perbedaan tidak ada lagi penghakiman kepada yang berbeda. Saya sedih melihat ketika ada yang memiliki keyakinan berbeda dihakimi oleh orang-orang yang seolah-olah seperti ’Tuhan’ yang bisa menentukan itu salah atau benar, dosa atau tidak dosa, sesat tidak sesat.

Hidup penuh warna berdampingan dengan harmonis seperti Antonia Blanco, Leonardo Davinci membuat lukisan dengan berbagai warna yang jadi melegenda dan jika kita hilangkan salah satu warnanya juga akan melenyapkan makna lukisan tersebut.

Kebencian, kesombongan, kecemasan, iri hati dan sejenisnya adalah kekuatan yang luar biasa yang akan membawa kita semakin tengelam ke dalam lubang kehidupan yang gelap dan semakin jauh dari kehidupan yang indah dan bahagia apalagi yang namanya kedamaian. Tidak perlu dibahas panjang lebar tentang hal ini karena semua sudah pasti memahaminya

Kita semua sama berjalan diatas yang namanya kehidupan menuju satu tujuan yang hampir sama hanya mungkin penyebutannya yang berbeda. Berjalan di jalan masing-masing menjadi diri sendiri keluar memberi kehangatan, memberi yang terbaik dari diri kita untuk semua yang ada disekitar kita. Menghormati mereka yang punya perbedaan dan bukan mencoba membuat mereka menjadi seperti kita atau memaksa untuk mengikuti kita. Disinilah kita akan menemukan indahnya perbedaan. Di dalam beda kita menemukan keindahan dan kebahagian.

Maafkan tulisan saya ini hanyalah sekedar rangkaian kata-kata yang hanya bisa menghantar sampai di gerbang, hanya tindakanlah yang bisa menghantar anda sampai ke dalam.

Salam Damay

Ngurah ’Hepi’

Thursday, November 12, 2009

Awan

Sebagai orang bebas, aku selalu bisa datang dan pergi,
Tidak terperangkap dalam gagasan tentang ada dan tiada.
Tidak terperangkap dalam gagasan tentang
ada dan bukan-ada.
Jangan biarkan langkah anda terburu-buru.
Bulan yang membesar atau mengecil
adalah bulan yang sama.
Angin tetap berembus. Dapatkah anda merasakannya?
Dengan membawa hujan dari tempat yang jauh untuk
membentuk awan di sekitar,
sinar matahari yang turun dari langit ke bumi
dan bagian bumi menyentuh kaki langit yang jernih.

-Thich Nhat Hanh

Dari puisi di atas memberikan gambaran yang jelas bahwa semua sudah sempurna seperti apa adanya. Tidak ada yang perlu dirubah ditambahi atau dikurangi, mawar tumbuh dengan durinya, ikan hidup diair, burung terbang diudara bebas. tidak byk yang dicari diluar, perjalanan kedalam jauh lebih kaya dengan makna, dengan tidak mengecilkan arti teman-teman yang mengambil jalan yang berbeda.

Monday, November 9, 2009

Selamat Datang

Berawal dari blog pribadi saya yang terkena hack maka akan coba saya aktifkan lagi dengan blog ini sementara sampai blog tersebut dapat online kembali. Berbagi tentang segala hal yang mungkin ada manfaatnya bagi teman-teman. Pemikiran, ide dan pengalaman adalah sesuatu yang sangat mulia untuk kita berikan semasih kita hidup.

Salam dari saya, selamat ber-blog ria
Ngurah